kampunghilir

Just another WordPress.com site

Riset Fasilitas Kesehatan

Rifaskes adalah upaya untuk memetakan masalah  ketersediaan fasilitas kesehatan serta kecukupan, distribusi sumber daya tenaga kesehatan dan indeks kinerja rumah sakit (RS) dan Puskesmas. Rifaskes adalah penelitian berskala nasional yang melibatkan lebih dari 9.000 Puskesmas dan lebih dari 650 RS umum pemerintah sebagai sasaran penelitian. Rifaskes akan melengkapi Riskesdas dengan menghasilkan data dasar fasilitas kesehatan serta indeks kinerja Rumah Sakit (RS) dan Puskesmas. Dengan menyandingkan IPKM hasil Riskesdas dengan Indeks Kinerja RS dan Puskesmas, akan didapat gambaran yang lebih lengkap dan komprehensif tentang situasi kesehatan di daerah.

Tujuan Rifaskes untuk mendukung pelaksanaan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2010 – 2014, khususnya dalam penerapan strategi mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau, bermutu, berkeadilan dan berbasis bukti; pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan yang merata dan bermutu; serta penerapan strategi ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan obat serta alat kesehatan. Selain itu, Rifaskes diharapkan memberikan manfaat dalam mendukung strategi pencapaian Jaminan Kesehatan Semesta atau Universal Coverage; masukan dalam penyusunan kebijakan  fasilitas kesehatan tingkat lanjutan di RS sesuai dengan UU No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit; serta masukan untuk revitalisasi Puskesmas.

Kabupaten Aceh Selatan dalam hal ini Dinas Kesehatan kabupaten Aceh Selatan telah menurunkan tim Riset Fasilitas Kesehatan yang berjumlah delapan (8) orang yang dibagi dalam 2 tim yang terdiri dari berbagai unsur tenaga kesehatan (SKM, Akper, Gizi dan Kesling) di rekrut dari Dinas kesehatan lima (5) orang dan tiga (3) dari Puskesmas, untuk menyelesaikan pengambilan data di setiap puskesmas di seluruh kab. Aceh Selatan yang berjumlah 21 Puskesmas yang dimulai pada tanggal 10 Agustus s/d 23 Agustus 2011. Dikarenakan pengambilan sampel pada bulan puasa/ ramadhan sehingga menguras tenaga, perjalanan yang jauh harus melewati gunung belum lagi longsor sehingga harus antri untuk melewati,  pertanyaan yang  harus di lontarkan kepada pemegang program begitu banyak , jadi tiap tim mempunyai trik dalam melemparkan pertanyaan untuk menyelesaikan pengambilan data.

Kendala dalam pengambilan data setiap puskesmas tidak ada kami temukan malahan sangat kooperatif sehingga jadwal selesai lebih cepat. Sehingga Pulang lebih cepat dan dapat berbelanja ikan atau kalau ada durian yang di jual sepanjang jalan pulang tidak lupa kami singgah untuk menanyakan harga, jika cocok oke bro, sikat, bau durian didalam mobil yang begitu efektif, manalagi perut sudah berbunyi, seandainya bukan bulan puasa sudah di sikat di jalan duluan.

Rikesfas yang diluncurkan oleh Menkes diharapkan dapat bermanfaat bagi kita semua, dan juga Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Selatan dalam mengambil kebijakan, keputusan dengan instasi terkait dalam supply tenaga kesehatan maupun fasilitas pelayanan kesehatan. semoga

August 22, 2011 - Posted by | Riset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes)

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: